sektor_transmigrasi_dan_permukiman

Sektor transmigrasi dan pemukiman

Trasmigrasi

Sumatera Selatan sejak tahun 1960-an mendapat tambahan penduduk dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali sebagai dampak dari keputusan politik tentang transmigrasi. Para warga transmigran ini datang secara bergelombang dalam rentang waktu puluhan tahun. Wilayah di Sumatera Selatan yang banyak terdapat transmigran yaitu di Kabupaten Banyuasin, di wilayah ini penduduk transmigran sudah menetap dari tahun 1980, mayoritas mereka berasal dari Suku Jawa dan Bali, penduduk transmigran bermata pencarian sebagai petani, mereka mengelola petak-petak tanah yang telah di berikan pemerintah untuk dikelola sebagai lahan pertanian khususnyapola pertanian persawahan pasang surut.

Pemukiman

Secara tradisional, perkampungan atau pemukiman masyarakat di Sumatera Selatan memiliki beberapa karakter. Talang, adalah pemukiman di mana sebagian besar penduduknya menempati rumah-rumah yang ada hanya sebagai tempat transit ketika mereka mantang (menderas) karet di kebun-kebun karet, atau berladang. Dusun, adalah pemukiman sebagai perkembangan lebih lanjut dari talang, yaitu apabila sebagian besar penduduknya sudah menetap di lokasi itu. Kemudian struktur sosial masyarakat juga sudah terbentuk seperti adanya kepala dusun, modin, dll. Desa, adalah kesatuan dari dua atau beberapa dusun yang sebenarnya lebih bersifat politis-administratif. Desa adalah lembaga pemerintah paling bawah yang langsung berinteraksi dengan masyarakat yang dikepalai oleh seorang kepala desa dan dibantu oleh beberapa aparat desa.

  • sektor_transmigrasi_dan_permukiman.txt
  • Last modified: 2021/02/15 23:44
  • (external edit)