sektor_pertanian

Pengolahan lahan gambut perlu berpedoman pada konservasi gambut, terlebih untuk lahan dengan lapisan gambut tipis. Lapisan tanah mineral dibawahnya mengandung pirit dengan matriks bertekstur liat berpasir halus. Apabila lapisan gambut ini habis, lapisan pirit dibawahnya muncul ke permukaan dan bila teroksidasi akan merupakan masalah besar bagi pertumbuhan tanaman.

PENGELOLAAN SUMBER DAYA DAN KOMODITAS

A. Padi

Kapuas, Cisanggarung, dan Cisadane dapat diusahakan di lahan bergambut yang disawahkan (tergenang). Tetapi untuk lahan bergambut yang tidak terluapi air pasang belum diperoleh variates yang lebih unggul daripada variates lokal.

B. Kacang-kacangan

Di lahan bergambut, galur kedelai B3362 memberikan hasil tertinggi 1,11 t/ha diantara tujuh variates/galur yang diuji. Pada percobaan ini, variates Wilis dan lokal masing-masing hanya menghasilkan 0,65 dan 0,74 t/ha. Sedangkan variates kacang tanah yang beradaptasi dengan baik adalah Pelanduk dan Tapir. Kedua variates itu dapat menghasilkan polong kering sebanyak 3,3 dan 3,1 t/ha .

Percobaan di lahan gambut Karang Agung memperlihatkan bahwa cara pengolahan tanah tidak memengaruhi hasil kedelai. Di lahan bergambut, pemberian pupuk NPK disertai unsur mikro dapat meningkatkan hasil. Unsur Ca,Zn,Mo,Bo, dan Co sangat penting dalam menigkatkan hasil kedelai.

C. Sayuran

Pemberian pupuk N di atas 45 kg/ha di lahan bergambut cenderung menurunkan hasil cabe dan penyemprotan 2 minggu sekali sudah memdai menekan gejala penyakit busuk. Penyemprotan dilakukan dengan Delsene 2 kg/l air. Kapur 2 t/ha diberikan 4 minggu sebelum tanam, bahan organik gambut dan pupuk dasar P-K masing-masing 90 dan 60 kg/ha. Jarak tanam yang digunakan adalah 50*70 cm.

Tanah gambut merupakan lahan marginal dengan kemasaman tinggi, serta kahat hara N,P,Ca,K dan beberapa unsur mikro seperti Cu. Pemberian pupuk NPK dengan kombinasi 120-100-90 menaikkan hasil buah segar tomat variates Ratna sampai 13,5 t/ha dari 4,5 t/ha tanpa NPK. Kombinasi NPK lainnya tidak menaikkan hasil.

Pemberian pupuk anorganik N pada tanah gambut dimaksudkan untuk memperbaiki kimia tanah. Tomat agak peka terhadap penyakit layu di musim hujan. Pemberian N pada tomat terhadap penyakit layu dan jumlah buah/pohon, tetapi memperbesar ukuran buah. Hasil tertinggi, 18,2 t/ha , dicapai dengan 45-90 kg N/ha. Pemberian N diatas 90 kg/ha lebih mendorong pertumbuhan vegetatif.

Hasil tomat di lahan gambut juga dapat ditingkatkan melalui pertambahan jumlah buah dengan pemberiaan 2 t kapur/ha. Variates Ratna memberikan hasil tertinggi. Tetapi pemberian kapur lebih nyata pada variates Berlian dan Intan.

Di antara sejumlah variates bawang merah yang dicoba di Delta Upang, ampenan memberikan hasil terbaik, di atas 12 t/ha. Hasil variates lain tidak mencapai 8 t/ha. Kualitas buah Ampenan juga lebih daripada variates lain. Dalam percobaan itu 90 kg pupuk n diberikan tiap hektar, yaitu pada saat tanam dan umur satu bulan,masing-masing setengah dosis. Urea dan ZA memberikan hasil yang sama. Pisang Ambon lebih tanggap terhadap pupuk N di Delta Upang maupun Karang Agung Ulu, Dalam percobaan ini, pisang Ambon ditanam bersama Kepok dan Raja Sere di Delta Upang , bersama Mas dan Raja Nangka di Karang Agung Ulu. Tiap tanaman dipupuk dengan 600 g urea, 360 g TSP,dan 160 g KCI.

  • sektor_pertanian.txt
  • Last modified: 2021/02/11 04:14
  • by Tubagus Angga Anugrah Syabana