Keanekaragaman hayati gambut dan perannya bagi ekosistem

🌱Halo #PahlawanGambut🌱
Bincang Gambut kembali lagi dengan tema Keanekaragaman hayati gambut dan perannya bagi ekosistem.
Kegiatan ini akan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom meeting, pada;

hari, tanggal : Jumat, 29 Oktober 2021
waktu : 15.00β€”17.00 WIB
tautan : https://agroforestri.id/BincangGambut

Narasumber:
🐘 Dr. Arum Setiawan, M.SI (Jurusan Biologi, Universitas Sriwijaya)
πŸƒ Arfan Abrar, S.Pt., M.Si., Ph.D (Jurusan Peternakan, Universitas Sriwijaya)
☘️ Fatahul Azwar, S.Hut., MSi. (BP2LHK Palembang, KLHK)

Peserta : *terbuka untuk umum
Para kontributor Wikigambut jangan lupa ajak teman-temannya ya πŸ˜€

Dapatkan Dooprize Menarik dari Wiki Wentara

Salam Gambut Lestari 🌱🌏

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Pertanyaan dan Jawaban sesi diskusi:

Dr. Arum Setiawan, M.SI (Jurusan Biologi, Fakultas MIPA, Universitas Sriwijaya)

  1. Eka H. Yuliany : Assalamualaikum, Saya Eka H. Yuliany dari Universitas Sriwijaya mohon izin bertanya pak arum. Sehubungan konflik yg sering terjadi antara manusia dan gajah. Usaha apa saja yg bisa dilakukan untuk mengurangi konflik, dan untuk pembatas area gajah ke area aktivitas manusia apakah ada tumbuhan yg tdk disukai gajah yang bisa kita manfaatkan membatasi area tsb Pak. Terima kasih.
    • Jawaban : Usaha untuk mengurangi terjadinya konflik antara masyarakat dengan gajah adalah dengan membangun barier gajah sepanjang koridor daerah jelajah gajah dantempat tempat yang biasanya terjadi konflik. Barrier untuk menghalau gajah ada dua jenis, yaitu barrier alami dan buatan. Barrier alami seperti tanaman yang tidak disukai oleh gajah, seperti lemon, salak, pala, cengkeh dan sejumlah tanaman lainnya. Selain barrier alami juga tidak boleh dilupakan yang buatan. Barrier buatan seperti parit atau pagar listrik. Bila perlu dibangun kedua jenis barrier ini, baik parit maupun alami agar gajah tetap berada di habitatnya.
      Salah satu vegetatif barrier' untuk menghalau gajah agar tidak keluar dari habitatnya yakni, dengan memanfaatkan lemon. Buah yang kaya vitamin C ini dinilai mumpuni membuat gajah menjauh. Indera penciuman gajah yang sensitif tidak akan tahan mencium aroma lemon yang menyengat, ditambah lagi, tanaman lemon yang berduri akan dijauhi oleh gajah. Cara-cara yang lain adalah dengan sarang-sarang labah yang ditempatkan di berbagai titik di sekitar sawah atau ladang, ternyata membuat kawanan gajah takut masuk ke areal persawahan.
  2. Riddo Charles Matulessy : Selamat sore pak Arum, Mohon maaf saya ingin bertanya kalau dilihat dari penjelasan bapak tadi, saya lihat tipe ekosistem dan tipe lahan gambut dan tipe peralihan antara rawa lebak di sumatera hampir sama dengan daerah lain di Indonesia, dan pakannya juga sama, yang saya ingin tanyakan mengapa gajah tidak ditemukan di Provinsi seperti Maluku dan Irian Jaya, terima kasih pak?
    • Jawaban : Hal ini berhubungan dengan terjadinya pergerakan landas kontinen yang ada di Dunia ini, dimana lempeng Asia dan Lempeng Indoaustralia, hal ini menyebabkan terjadinya pulau pulau Sumatera, Jawa dan Kalimamntan yang berasal dari Lempeng Asia. Gajah Indonesia berasal dari daerah Asia sehingga banyak terdapat di Sumatera. Sedangkan daerah maluku dan Papua berasal dari lempeng indo-australia sehingga binatang binatang yang ada mirip dengan binatang yang ada di australia.
  3. Winda Indriati : yang ingin saya tanyakan dari strategi pengurangan konfik gajah yang selama ini dilakukan, strategi apa yang efektif dan tidak efektif digunakan dalam mengandalikan konflik gajah dan manusia πŸ™
    • Jawaban : Strategi yang paling efektif digunakan adalah adanya kerjasama dengan semua pihak yang berkepentingan, baik instansi pemerintah, stake holder maupun pihak swasta. Dari para pihak ini dibutuhkan aksi mendesak untuk mengurangi konflik manusia gajah, seperti pembuatan barier alami dan barier buatan, kemudian pewrbaikan ekosistem dan habitat gajah, sosialisasi kepada masyarakat terdampak bagaimana mitigasi konflik dengan gajah.
  4. Vika Winda Utami : Assalamu'alaikum, selamat sore. Izin bertanya Pak Arum. Saya Vika Winda Utami dari Universitas Sriwijaya dan berasal dari Aceh, dimana seperti yang kita ketahui bersama masuk ke dalam Kawasan Ekosistem Leuser (KEL). Namun saat ini konflik antara gajah yg hidup di dalam KEL dengan masyarakat sekitar semakin sering terjadi akibat adanya deforestasi sehingga habitat gajah-gajah tersebut semakin tergerus. Salah satu cara yg dilakukan masyarakat adalah dengan melakukan penanaman serai wangi di KEL yang telah mengalami deforestasi tersebut karena tidak akan dimakan oleh gajah dan bernilai ekonomis tinggi. Bagaimana tanggapan bapak untuk hal tersebut? Apakah dampak jangka panjang yang dapat ditimbulkan. Terima kasih banyak pakπŸ™
    • Jawaban : Hal tersebut merupakan kegiatan yang sangat bagus dilakukan, karena serai wangi merupakan salah satu tanaman yang tidak disukai gajah, Untuk jangka panjang , pembuatan barier alamik seperti tersebut perlu banyak dilakukan dengan menggunakan tanaman tanaman lain yang bersifat ekonomis dan menghasilkan pendapatan bagi masyarakat sekitar. Dengan demikian maka diharapkan masyarakat dan gajah bisa hidup berdfampingan dan tercipta situasi yang damai dan tidak terjadi konflik.
  5. Romadhona Hartiyadi : Untuk Pak Arum Izin bertanya, Seperti yg di kutip dari bapak, masih banyaknya gajah yang di luar area konservasi, Apakah penyebab gajah tersebut berada di luar konservasi? Apakah penentuan area konservasi melalui acuan area jelajah gajah, atau ada acuan lain?. Terimakasih pak πŸ™
    • Jawaban : Kebutuhan pokok gajah adalah makan, garam dan daerah jelajah. Banyaknya gajah di luar konservasi adalah karena pakan gajah lebih banyak terdapat di luar area konservasi. Daerah konservasi yangada sendiri habitatnya tidak mendukung bagi kehidupan liar gajah. Untuk penentuak area kosnervasi dilakukan dengan penetapan dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Bisa juga diusulkan bahwa diluar arewa konservasi yang banyak satwa dilindungi menjadi kawasan ekosistem Essensial.
  6. S2_PL M. Ardiansyah : izin bertanya Pak, saya M. Ardiansyah mahasiswa pengelolaan lingkungan universitas sriwijaya, saya mau bertanya mengenai berita yang baru akhir-akhir ini saya baca, yaitu mengenai keberadaan Gajah yang berevolusi untuk tidak menumbuhkan gadingnya yang diakibatkan oleh ulah manusia yang sering melakukan perburuan. pertanyaan saya apakah hal tersebut memang mungkin terjadi karena hal tersebut? mohon penjelasannya lebih lanjut terima kasih bapak.
    • Jawaban : Hal ini berhubungan dengan terjadinya evolusi dari Gajah Sendiri. Karakter gajah Afrika untuk jantan dan betina mempounyai gading yang panjang, sedangkan untuk gajah Asia, yang mempunyai GAding yang panjang adalah yang Jantan, untuk yang betina gadingnya pendek. Dan untuk pertanyaan diatas perlu dikaji lebioh lanjut karena umur gajah yang panjang dan tingkat perburuan yang masif sehingga banyak gajah yang mati sebelum dewasa.
  7. Azhadi Mutaqin : Saya Azhadi_Mahasiswa S2 UNSRI, ijin bertanya…. kita ketahui kerbau, gajah termasuk Organisme Heterotrof yang tidak dapat membuat makanan sendiri, jadi ada keterikatan produsen alam yang harus available guna keberlangsungan nya. Adakah site plan produsen di Indonesia untuk ketersediaan pangan hewan endemic di suatu region ?
    • Jawaban : Selama ini tidak ada site plan produsen di indonesia mengenai keterssediaan pangan hewan endemik di suatu region. Untuk pakan hewan endemik lebih bagus dengan menyediakan pakan alami dan perbaikan habitat serta mengurangi perburuan liar.
  8. Fadilla Surya Army : Assalamualaikum wr wb. Selamat sore pak arum saya fadilla surya army izin bertanya kepada bapak, menarik terkait konflik gajah dan manusia yang terjadi di lahan gambut ini yang sering berdampak pada lahan milik petani yang sering menyebabkan kerugian, yang ingin saya tanyakan menurut bapak bagaimana cara penanggulangan terkait masalah tersebut seiring dengan menanggulangi permasalahan ini, dan usaha apa yang dapat dilakukan petani dalam menunjang dari segi perekonomian dalam menanggapi permasalahan ini sehingga permasalahan dapat ditanggulangi dan perekonomian masyarakat sekitar juga ttp berjalan semestinya. Terima kasih pak.
    • Jawaban : Gajah dan manusia harus bisa hiduo berdampingan. Hal ini terjadi karena sebenarnya habitat gajah sendiri yang sudah rusak dan banyak berubah menjadi lahan-lahan pertanian dan perkebunan serta hutan tanaman industri. Kita harus melihat kebutuhan pokok Gajah adalah makan, garam, reproduksi dan jelajah. Untuk itu salah satu caranya adalah memperbaiki daerah yang menjadi habitat gajah dan menanami dengan jenis jenis tanaman yang menjadi pakan utama gajah. Hal lain yang perlu dilakukan adalh dengan membangun barier barier gajah, baik barier alami maupun barier buatan. Sosialisasi dan pemberdayaan masyarakat di daerah koridor gajah juga perlu dilakukan oleh instansi terkait.
  9. Muhardianto Cahya : izin bertanya. 1) SM Padang Sugihan merupakan salah satu kawasan konservasi terutama gajah, saya pernah membaca kondisi SM tersebut di beberapa titik telah terjadi alih fungsi lahan, dan perubahan tutupan lahan. Lantas dari perubahan tutupan lahan tersebut, berdasarkan pengalaman Bapak, bagaimana progress kawasan tersebut dalam konservasi gajah? Menurut bapak langkah strategis dan nyata apa yang bisa dilakukan untuk menjaga bahkan meningkatkan populasi gajah di sumsel?; 2) Ada beberapa tanaman yang menjadi tanaman pagar tidak disukai gajah, tanaman apa yang tidak disukai gajah dan memiliki nilai ekonomi?
    • Jawaban : 1) Selama ini SM Padang SUgihan menjadi lokasi habitat Gajah di Sumsel, meskipun kalau dilihat dari tutupan lahannya banyak yang merupakan areal rawa dan padang rumput terbuka. Sebagian besar daerah SM Padang Sugihan yang ke arah Air Sugihan didominasi tanaman gelam dan padang rumput dari berbagai jenis rumput, hal ini karena terjadi penurunan pH perairan di daerah tersebut menjadi berkisar antara 2-3. Untuk langkah strategis yang bisa dilakukan adalah rehabilitasi lahan kritis dan lahan - lahan yang ada di daerah tersebut dengan menormalisasi sungai-sungai alami dan menanami lahan-lahan terbuka dan rusak dengan tanaman-tanaman yang disukai Gajah. Hal ini akan membuat gajah menjadi betah dan akan berada di habitat tersebut sehingga bisa mengurangi konflik dengan manusia; 2) beberapa tanaman yangh tidak disukai Gajah dan mempunyai nilai ekonomis yang selama ini dipergunakan untuk menajdi barier gajah adalah tanaman tanaman yang berbau tajam seperti tanaman serai dan Lemon. (seperti jawaban nomor 1)
  10. Arizka Mufida : Kepada Pak Arum, saya ingin bertanya: Saya sebagai masyarakat awam, pernah menonton film dengan judul Jungle Book, pada film tersebut diceritakan bahwa Gajah (di India) memiliki peran sebagai penjaga hutan dari kebakaran hutan. Apakah Gajah di Sumatera juga memiliki peran tersebut, terutama untuk menjaga kebakaran gambut yang banyak di Sumatera Selatan?
    • Jawaban : Untuk Gajah Sumatera selama ini belum banyak perperan dalam menjaga kebakaran hutan gambut. Hal ini karena untuk penanganan gajah yang memerlukan pawang gajah setiap ekor gajah seorang pawang (mahoud). Karakteristik gajah sumatera juga tidak sama dengan gajah India yang jinak dan mempunyai kebiasaan dan diajari untuk menanggulangi kebakaran.

β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”β€”

Arfan Abrar, S.Pt., M.Si., Ph.D (Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya)

  1. Sapta Handaiyanu : Assalamualaikum wr wb. saya Sapta Handaiyani (UM Palembang) izin bertanya dengan Pak Arfan πŸ™. tadi di paparannya dan PPT ada mengenai kepunahan Kerbau rawa dimana dikatakan bahwa : tidak tersentuh IPTEK, kepunahan tinggi. Yang ingin saya tanyakan : IPTEK yang bagaimana yang bisa jadi solusi untuk menurunkan kepunahan dari Kerbau Rawa ini ? mohon responnya. Terimakasih. πŸ™
    • Jawaban: Iptek yang bisa menjadi solusi adalah intensifikasi kawin alam diawali dengan melakukan pemetaan status reproduksi kerbau rawa betina yang ada saat ini. Berdasarkan hasil pemetaan status reproduksi tersebut dapat dilaksanakan intensifikasi reproduksi dengan melaksanakan kawin suntik dan kawin alami intensif. Menyiapkan sarana dan prasarana gudang pakan/bank pakan dilokasi. Membangun SDM dengan visi dan misi baru soal kerbau rawa pampangan
  2. Arizka Mufida : Saya ingin bertanya kepada Pak Azwar dan Pak Arfan: bagaimana menyiasati konservasi berbasis pemanfaatan ekonomi dengan over eksploitasi pada kantong semar dan kerbau rawa? Jika masyarakat tahu tentang kegunaan dan manfaatnya? apakah tidak akan berbalik mengancam kelestarian flora-fauna tersebu
    • Jawaban: Kerbau rawa bukanlah spesies fauna yang dilindungi layaknya satwa gajah, kerbau rawa adalah ternak yang berarti sudah mengalami domestikasi dan memang di β€œeksploitasi” untuk kepentingan manusia yaitu diambil daging dan susu-nya. Kekuatiran tentang kepunahannya lebih kepada menjaga nilai-nilai sumber daya genetik lokal yang telah memiliki status hukum resmi dari kementan dan juga dampak terhadap kemungkinan hilangnya akar budaya lokal pada aktivitas turunannya seperti pembuatan makanan khas tradisional gulo puan. Pada aktivitas domestikasi (baca: budidaya ternak) ternak akan menjalani proses budidaya yang juga akan menjamin keberlangsungan hidupnya dan keturunannya, demikian
  3. Muhardianto Cahya : izin bertanya. Pertanyaan untuk pak Arfan; 1) Berdasarkan data yang bapak paparkan, populasi kerbau rawa menurun drastis, padahal kerbau rawa bisa hidup sampai belasan tahun, apa yang sebenernya melarbelakangi penurunan tersebut?; 2) Apakah bisa dilakukan pembuatan/pencarian pakan lain untuk kerbau rawa untuk mengatasi keterbatasan pakan di alam?; 3) Buffalo center yang terbentuk, bagaimana progressnya?
    • Jawaban: 1) Rendahnya tingkat aplikasi budidaya yang baik pada komunitas masyarakat pemelihara kerbau rawa, sistem budidaya yang bersifat tradisional terbukti tidak mampu menahan laju kebutuhan ekonomi yang berlangsung.; 2) Sangat bisa, hanya saja hal tersebut harus dibuat sistematis tidak bersifat sementara dan harus menjadi bagian dari sistem budidaya yang baik. Teknologi tentang pakan ternak sudah banyak tersedia dan sangat mudah diaksesnya; 3) Sepengetahuan saya, BC dalam proses pengembangan operasionalisasi seperti yang sudah ada pada dokumen2 peta jalannya.
  4. Syahirul Alim : Saya ingin bertanya kepada pak Arfan: apakah ada peran pemuda yang melestarikan kerbau ?
    • Jawaban: Pemuda adalah tulang punggung utama dalam upaya pelestarian kerbau, pengenalan kerbau rawa pampangan sebagai aset sumber daya genetik lokal harus segera diperkenalkan sejak dini kepada generasi muda di Pampangan. Berdasarkan hal tersebut akan muncul generasi2 baru dengan tingkat kesadaran yang tinggi akan pentingnya upaya pelestarian kerbau rawa pampangan. Pada aspek kegiatannya, saya percaya akan muncul ide2 baru dan kreatif dari para pemuda dalam melestarikan kerbau rawa pampangan
  5. Gunadi Awal : assalamualaikum. Saya Gunadi dari desa bangsal. permasalah kerbau d t4 kami adalah pengurangan lahan pakan ternak karena adanya perusahaan sawit yg mereka anggap kerbau sebagai hama dan mereka selalu mengusir kerbau dgn cara d tembaki pakai senapan angin. sementara duluβ€œ lahan tersebut merupakan area pengembalaan. mudah”ah kita bs duduk bersama untuk mencari solusi. terimakasih .
    • Jawaban: Betul sekali, duduk bersama dan berbicara mencari solusi adalah hal yang harus dilakukan segera. Pemerintah bisa berperan sebagai media penengah dalam hal ini
  • keanekaragaman_hayati_gambut_dan_perannya_bagi_ekosistem.txt
  • Last modified: 2021/11/19 05:46
  • by Arizka Mufida