kaum_perempuan

Differences

This shows you the differences between two versions of the page.

Link to this comparison view

Both sides previous revision Previous revision
kaum_perempuan [2022/01/24 05:06] Romadhona Hartiyadikaum_perempuan [2022/05/31 08:36] (current) Mentari Agustini
Line 3: Line 3:
 </blockquote> </blockquote>
  
-Lahan gambut yang merupakan sebuah ekosistem menandakan adanya hubungan timbal balik antara faktor biotik dan abiotik, antar faktor abiotik dan antar faktor biotik. Interaksi antar faktor biotik selain melibatkan interaksi antara manusia dengan makhluk hidup lainnya tetapi juga melibatkan sebuah interaksi antar sesama manusia sehingga menciptakan interaksi sosial yang akan bermuara pada terbentuknya sebuah perkumpulan yang dinamakan masyarakat. Sehingga dalam melakukan proses restorasi lahan gambut, tidak bisa hanya dilakukan pemulihan dari dimensi ekologis-geologis tetapi juga perlu juga dilakukan pemulihan dalam dimensi masyarakat. Maka, kaum perempuan juga perlu dilibatkan dalam penerima manfaat sekaligus agen restorasi.+Lahan gambut yang merupakan sebuah ekosistem, didalam ekosistem tersebut terdapat interaksi hubungan timbal balik antara faktor biotik dan abiotik. Interaksi antar faktor biotik selain melibatkan interaksi antara manusia dengan makhluk hidup lainnya tetapi juga melibatkan sebuah interaksi antar sesama manusia sehingga menciptakan interaksi sosial yang akan mengarah pada terbentuknya sebuah perkumpulan yang dinamakan masyarakat. Sehingga dalam melakukan proses restorasi lahan gambut, tidak bisa hanya dilakukan pemulihan dari dimensi ekologis-geologis tetapi perlu juga dilakukan pemulihan dalam dimensi masyarakat. Maka, kaum perempuan juga perlu dilibatkan dalam penerima manfaat sekaligus agen restorasi.
  
-Namun, selama ini pernanan kaum perempuan dalam tatanan masyarakat sering tidak diakui dan mendapatkan perhatian sehingga masih bersifat subordinatif. Ada 5 faktor yang menyebabkan timbulnya pandangan tersebut diantaranya (1) sistem tata nilai budaya yang masih menggunakan pola patriarkhi; (2) masih banyak peraturan perundang-undangan yang bias gender sehingga perempuan kurang mendapat perlindungan yang setara dengan laki-laki; (3) adanya kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan secara bias gender, sehingga perempuan kurang mendapat kesempatan untuk mengakses, mengontrol, berpartsisipasi dan menikmati hasil pembangunan; (4) adanya pemahaman dan penafsiran ajaran agama yang kurang tepat sebagai akibat dari banyak pemuka agama yang menggunakan pendekatan tekstual dibanding kontekstual; dan (5) dampak dari semua itu, persaingan di antara perempuan akan membawa kerugian pada diri perempuan sendiri.1+Namun, selama ini peranan kaum perempuan dalam tatanan masyarakat sering tidak diakui dan tidak mendapatkan perhatian sehingga masih bersifat subordinatif. Ada 5 faktor yang menyebabkan timbulnya pandangan tersebut diantaranya (1) sistem tata nilai budaya yang masih menggunakan pola patriarkhi; (2) masih banyak peraturan perundang-undangan yang bias gender sehingga perempuan kurang mendapat perlindungan yang setara dengan laki-laki; (3) adanya kebijakan dan program pembangunan yang dikembangkan secara bias gender, sehingga perempuan kurang mendapat kesempatan untuk mengakses, mengontrol, berpartsisipasi dan menikmati hasil pembangunan; (4) adanya pemahaman dan penafsiran ajaran agama yang kurang tepat sebagai akibat dari banyak pemuka agama yang menggunakan pendekatan tekstual dibanding kontekstual; dan (5) dampak dari semua itu, persaingan di antara perempuan akan membawa kerugian pada diri perempuan sendiri.1
  
 Perempuan sejatinya memiliki keunggulan secara biologis alamiah dan secara sosial, yang mana kaum perempuan memiliki tanggung jawab dalam pengasuhan dan pengelolaan kehidupan rumah tangga sehari-hari seperi memberi nutrisi yang cukup bagi anak dan keluarga, memperoleh air besih,dan kebutuhan harian lainnya. Tak hayal, dengan adanya peranan tersebut, kaum perempuan lebih memiliki sensitivitas dalam kelestarian sumber daya alam seperti air, tanah, udara, flora dan fauna. Perempuan sejatinya memiliki keunggulan secara biologis alamiah dan secara sosial, yang mana kaum perempuan memiliki tanggung jawab dalam pengasuhan dan pengelolaan kehidupan rumah tangga sehari-hari seperi memberi nutrisi yang cukup bagi anak dan keluarga, memperoleh air besih,dan kebutuhan harian lainnya. Tak hayal, dengan adanya peranan tersebut, kaum perempuan lebih memiliki sensitivitas dalam kelestarian sumber daya alam seperti air, tanah, udara, flora dan fauna.
  • kaum_perempuan.1643000770.txt.gz
  • Last modified: 2022/01/24 05:06
  • by Romadhona Hartiyadi