Gambut Era Kolonial Belanda

Kondisi gambut pada era kolonial hampir sama dengan kondisi pada masa Kesultanan Palembang, hanya saja ada sedikit perubahan. Perubahan itu ditandai dengan adanya penimbunan anak Sungai Tengkuruk dalam rangka pembuatan Tata Kota Kolonial pada tahun 1920 yang diarsiteki oleh Thomas Karstens. Hal ini juga termasuk penimbunan sebagian Sungai Kapuran yang sekarang menjadi Jalan Merdeka, Gedung Ledeng (Kantor Walikota). Penimbunan tersebut mengakibatkan banjir di daerah Jalan Merdeka dan seputar Kambang Iwak. Dalam penanggulangan banjir, kemudian dibuatlah sistem drainase di sekitar Talang Semut dalam bentuk saluran drainase menuju kolam retensi Kambang Iwak Besar (depan Hotel Swarna Dwipa) dan Kambang Iwak Kecil (Masjid Taqwa). Sejak itu, Belanda tidak mereklamasi lagi rawa dan sungai.

  • gambut_era_kolonial_belanda.txt
  • Last modified: 2022/09/06 07:46
  • by Banita Eka Putri