gambut_era_kolonial_belanda

Kondisinya gambut pada era kolonial hampir sama dengan masa Kesultanan Palembang, tetapi ada sedikitnya perubahan dengan adanya penimbunan anak Sungai Tengkuruk dalam rangka pembuatan Tata Kota Kolonial pada tahun 1920 yang diarsitekki oleh Thomas Karstens. Termasuk penimbunan sebagian Sungai Kapuran yang sekarang menjadi Jalan Merdeka, Gedung Ledeng (Kantor Walikota). Penimbunan tersebut mengakibatkan banjir di daerah Jalan Merdeka dan seputar Kambang Iwak. Dalam penanggulangan banjir, kemudian dibuatlah sistem drainase diseputaran Talang Semut dalam bentuk saluran drainase menuju kolam retensi Kambang Iwak Besar (Depan Hotel Swarna Dwipa) dan Kambang Iwak Kecil (Masjid Taqwa). Sejak itu Belanda tidak mereklamasi lagi rawa dan sungai.

  • gambut_era_kolonial_belanda.txt
  • Last modified: 2021/02/11 05:22
  • by Mamat Rahmat