cegah_sonor_dengan_jahe_merah

Cegah Sonor dengan Jahe Merah

Desa Rambai masuk dalam kecamatan Pangkalan Lampam, Kabupaten Ogan Konering Ilir, Provinsi Sumatra Selatan. Desa Rambai berada pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Saleh dan Sungai Sugihan sehingga sebagian besar wilayahnya adalah gambut, memiliki luas wilayah 7.199 Hektar (72 km2), penduduk Desa Rambai sebesar 2.915 jiwa terditri dari 1.356 laki-laki dan 1.379 Perempuan .
Desa Rambai telah menjadi Desa Peduli Gambut (DPG) Sumatra Selatan tahun 2019. Masyarakat di Desa Rambai sebagian besar berkebun karet dan memanfaatkan lahan gambut sebagai lahan pertanian padi. Masyarakat Desa Rambai memiliki kebiasaan melakukan pembuka lahan dengan sistem sonor.

petadesa.jpg

Gambar 1. Peta Desa Rambai

Desa Rambai telah menjadi Desa Peduli Gambut (DPG) Sumatra Selatan tahun 2019. Masyarakat di Desa Rambai sebagian besar berkebun karet dan memanfaatkan lahan gambut sebagai lahan pertanian padi. Masyarakat Desa Rambai memiliki kebiasaan melakukan pembuka lahan dengan sistem sonor.

Sonor merupakan sistem pembukaan lahan dengan cara membakar yang telah dilakukan secara turun menurun, masyarakat desa rambai menyatakan bahwa dengan bersonor lebih effisien dan efektif. Namun ada beberapa dampak negatif dari sistem sonor seperti 1) Menurunkan kesubuuran tanah gambut, 2) Menghilangkan kemampuan tanah menampung air, 3) Hilangnya cadangan karbon yang sangat besar 4) Mempercepat laju penurunan permukaan tanah gambut (subsiden) , tidak hanya dampak pada lahan gambutnya saja akan tetapi berdampak luas seperti perubahan pola penghidupan masyarakat; penurunan tingkat ekonomi sosial; serta perubahan iklim dunia; deforestasi dan hilangnya keanekaragaman hayati di lahan gambut.
Pemerintah sudah berupaya dalam mengurangi aktivitas sonor dan mengurangi dampaknya seperti memberikan pelatihan dan memberikan beberapa tanaman alternatif bagi masyarakat dalam meningkatkan kedaulatan pangan dan dapat meminimalisir kerentanan ekonomi yang terjadi yaitu Jahe merah, Terong dan beberapa tanaman sayur lainya.

Salah satu tanaman alternative untuk mengurangi aktivitas sonor adalah Jahe merah atau dengan nama latin Zingiber officinale var.rubrum memiliki potensi terutama saat pandemi seperti ini, di tinjau dari beberapa aspek, menurut aspek kesehatan jahe merah memiliki manfaat diantaranya : 1. Memiliki efek laksatif atau pencahar yang baik untuk pencernaan. 2. Mengurangi gejala demam dan flu. 3. Memiliki sifat antiemetik yang kuat, yaitu efektif mengurangi rasa mual, muntah dan mengatasi mabuk perjalanan dan berbagai macam manfaat lainya, Terutama di saat pandemi seperti ini Jehe Merah dapat meningkatkan imun tubuh. Aspek ekonomi kebutuhan akan Jahe Merah saat ini mencapai 4 ton/minggu dengan harga berkisar Rp 7.000,- hingga Rp 40.000,-/kg untuk Jahe Merah basah dan mencapai harga hingga Rp 74.000,-/kg untuk Jahe Merah ekstrak dengan itu maka akan mengurangi kerentanan ekonomi di masyarakat.

BRG (Badan Restorasi Gambut) menjadikan Desa Rambai sebagai Desa Peduli Gambut mengajak masyarakat sekitar gambut agar lebih peduli pada gambut, setelah adanya larangan pembakaran lahan dan meningkatnya kerentanan ekonomi masyarakat Desa Rambai karena tiadak bisa bertani dengan sonor, BRG mengadakan pelatihan budidaya jahe merah dan beberapa tanaman lainnya dengan membentuk kelompok tani untuk membudidayakan jahe merah dengan harapan tanaman ini dapat menjadi alternatif pendapatan bagi masyarakat, setelah pelatihan tersebut masyarakat membuat demplot untuk menanam jahe merah dan beberapa tanaman lainnya.masyarkat dengan bantuan BRG sudah mulai menanam di demplot yang sudah dipersiapkan sebelumnya dari pertengahan tahun 2020.

menanamjahe.jpg tanamanlain.jpg

Foto ini diambil pada awal bulan Desember 2020 Desa Rambai yang merupakan salah satu desa yang dikunjungi oleh Program Inkubator Peneliti Muda Gambut (IPMG) Pada waktu itu petani sedang melakukan penanaman jahe merah dan perawatan pada tanaman di sana.
Petani menyatakan “Bibit jahe dan beberapa tanaman lainya merupakan bantuan dari BRG, petani menyatakan tidak sabar saat panen tiba”
Masyarakat tidak sabar untuk menyambut masa panen dan berharap dengan program budibayakan jahe merah ini dapat diterima baik oleh masyarakat kedepannya, Pembudidayaan jahe merah ini bertujuan untuk memberikan alternatif sumber pendapatan bagi warga Desa Rambai selain itu pemerintah dapat membantu dalam mengendalikan harga jual dan distribusinya, sehingga masyarakat terbantu ekonominya serta pendapatan daerah dapat bertambah dan membantu pembinaan produk lanjutan dari jahe merah ini.

Tinjauan Pustaka


  1. Irawan, Tri dkk. 2019. Profil Desa Peduli Gambut, Desa Rambai Kecamatan Pangkalan Lampam Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan. Hal 45
  2. 4 Dampak Penyiapan Lahan dengan Pembakaran terhadap Kondisi Biofisik Lahan Gambut wri
  3. Zulfan, Ipit, Srimulyani, Henny, dan Yudhapramesti, Pandan. 2018. Pelatihan Kewirausahaan Melalui Budidaya Jahe Merah bagi Warga di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Universitas Padjajaran
  4. Henny, dan Yudhapramesti, Pandan. 2018. Pelatihan Kewirausahaan Melalui Budidaya Jahe Merah bagi Warga di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Universitas Padjajaran
  • cegah_sonor_dengan_jahe_merah.txt
  • Last modified: 2022/08/12 09:21
  • by Renaldi Sastra Kusumah Aji