bekebun_nanas

Kebun nanas di lahan gambut mulai dikembangkan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terutama daerah Sepucuk, Pedamaran Timur. Kegiatan bekebun nanas di Sepucuk dimulai oleh 1 orang petani pada tahun 2011. Nanas ditanam sebagai tanaman sela di kebun kelapa sawit. Jenis nanas yang ditanam adalah nanas palembang dan nanas madu.

Budidaya nanas periode 1, mulai dari pembersihan lahan sampai panen kurang lebih selama 18 bulan (buah induk). Selanjutnya tunas nanas dari tanaman di periode 1 dimanfaatkan kembali pada periode 2 (buah anak). Waktu yang diperlukan dari panen periode 1 ke panen periode 2 kurang lebih selama 6 bulan. Selama kurun waktu 6 bulan tersebut perlu dilakukan pembersihan lahan, penyemprotan gulma, pemupukan, perangsangan buah (pengarbitan). Siklus ini dapat berlangsung sampai dengan periode 4. Setelah periode 4 pokok nanas lama di anggap tidak produktif lagi, sehingga perlu dilakukan peremajaan (penanaman kembali) nanas.

Kebun nanas di Sepucuk mulai berproduksi tahun 2012. Hasil panen nanas pertama kali dijual ke Pasar Induk Kramat Jati Jakarta. Saat ini nanas (buah hijau) dipasarkan ke Pulau Jawa (Bandung, Cibutung, Jakarta). Nanas yang sudah matang (buah kuning) dipasarkan ke pasar lokal di wilayah Sumatera Selatan, seperti Pasar Induk Jakabaring, Pasar Induk Tugumulyo dan Pasar Kayuagung.

Pengalaman petani perintis diperoleh informasi bahwa bekebun nanas di gambut termasuk menguntungkan. Perkiraan biaya mulai dari buka lahan sampai dengan panen adalah Rp. 880/batang, sedangkan perkiraan harga jual nanas yaitu Rp 2.500/buah.

  • bekebun_nanas.txt
  • Last modified: 2021/02/18 03:42
  • (external edit)