bekarang

Bekarang

Secara khusus masyarakat Sumatera khususnya Sumatera Selatan mengartikan bekarang sebagai kegiatan menangkap ikan secara beramai-ramai pada saat kondisi air di suatu perairan telah surut dikarenakan musim kemarau. Kegiatan ini biasanya berkaitan dengan aturan adat yang bertujuan untuk melestarikan sumberdaya ikan di suatu perairan dengan hanya memperbolehkan masyarakat untuk menangkap ikan di dalamnya satu tahun sekali. Sebagian ikan hasil tangkapan warga diserahkan kepada pemerintah desa untuk dijual dan uang hasil penjualannya digunakan untuk keperluan membangun infrastruktur desa. Suatu bentuk kearifan lokal kekayaan negeri yang kini eksistensinya mulai berkurang tergerus kemajuan jaman. Secara umum masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir mengartikannya sebagai kegiatan menangkap ikan di perairan umum daratan seperti sungai, danau atau lebak lebung. Dalam aktifitas bekarang, masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir diwajibkan menggunakan alat penangkap ikan yang tidak dilarang, yaitu alat tangkap yang dalam penggunaannya tidak menyebabkan kerusakan terhadap sumberdaya ikan dan lingkungannya. Alat penangkap ikan ini biasanya bersifat tradisional dan dioperasikan secara manual seperti: bubu, pengilar, jala, jaring, tangkul, serok, pancing dan lain-lain.

  • bekarang.txt
  • Last modified: 2021/02/11 03:29
  • by Mamat Rahmat