start

Selamat Datang di WikiGambut

WikiGambut WikiGambut merupakan upaya bersama untuk mengumpulkan, mengkompilasi, mensintesa dan menuturkan kembali pengetahuan serta informasi tentang ekosistem gambut dan pengelolaannya kedalam satu sistem pengelolaan pengetahuan (Knowledge Management System) sehingga dapat digunakan secara luas untuk pengambilan keputusan terkait lahan gambut. Anda juga dapat bergabung bersama kami untuk menyumbangkan pengetahuan, pengalaman dan pemikiran anda untuk mewujudkan pengelolaan gambut lestari. Kunjungi halaman Bergabung Bersama Kami untuk mengetahu lebih lanjut tentang bagaimana anda dapat berkontribusi.

WikiGambut bertujuan untuk menghimpun pengetahuan dan pembelajaran tentang gambut dan pengelolaan lahan gambut lestari yang saat ini tersebar di berbagai pihak, dan menuturkannya kembali dengan cara yang mudah dipahami oleh semua pihak. Pengembangan WikiGambut didukung penuh oleh program Peat-IMPACTS Indonesia melalui #PahlawanGambut.

WikiGambut merupakan wadah berkumpul dan saling sapa bagi mereka yang tertarik dengan isu gambut (dari segala aspek). WikiGambut dapat menjadi wadah untuk menyampaikan hasil penelitian, pengamatan, dan pengetahuan lainnya dengan cara yang mudah dipahami, serta sekaligus menjadi wadah untuk mereka yang ingin mencari informasi terkait dengan gambut dan isu-isunya. WikiGambut pertama kali diinisiasi pada tahun 2018 di Sumatera Selatan, dipimpin oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang (saat ini bernama Badan Standardisasi Instrumen Lingkungan Hidup dan Kehutanan/BSILHK).

Nilai yang diusung oleh Komunitas WikiGambut

Terdapat Empat nilai yang diusung oleh komunitas WikiGambut dalam beraktifitas dan menjalankan kegiatan, yaitu:

  1. Berbagi: Nilai untuk membagikan pengetahuan yang dimiliki, sekecil apapun pengetahuan tersebut
  2. Pengetahuan: Tempat segala informasi tentang gambut dan hal-hal yang terkait dengan gambut dikumpulkan
  3. Keterbukaan: Seluruh artikel yang ada di WikiGambut dapat diubah oleh kontributor yang lain
  4. Keberagaman: Komunitas WikiGambut terbuka dan terdiri dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, pekerjaan dan gender

WikiGambut bercita-cita untuk:

  1. Menghimpun pengetahuan-pengetahuan tentang gambut dan pengelolaan lahan gambut lestari yang saat ini tersebar di berbagai pihak​
  2. Menata pengetahuan yang ada menjadi sebuah sistem pengelolaan pengetahuan terbuka dalam bentuk “wiki” sehingga bisa diakses, dikelola dan diperbaiki dari waktu ke waktu oleh semua pemangku kepentingan
  3. Menjalin kerjasama dalam bentuk komunitas terbuka untuk para penulis dan penutur wiki untuk saling belajar, saling memperbaiki, dan saling memajukan dalam sebuah lingkungan kritis namun menyenangkan​
  4. Menyebarluaskan pengetahuan dan pemahaman tentang gambut ke semua kalangan masyarakat di Sumatera Selatan tanpa terkecuali​

Lahan gambut Sumatera Selatan Sumatera Selatan adalah salah satu provinsi yang ditargetkan untuk restorasi lahan gambut di Indonesia, dengan lebih dari 1,2 juta hektar lahan gambut atau lebih dari 19% dari total lahan gambut di Sumatera. Bersama dengan Riau, Sumatera Selatan sempat menjadi pusat perhatian pada 2015 karena peristiwa kebakaran besar yang terjadi di kedua provinsi tersebut. P ada tanggal 7 April 2016, Gubernur Sumatera Selatan membentuk Tim Restorasi Gambut Daerah Provinsi Sumatra Selatan, dengan tujuan tunggal untuk merencanakan, mengoordinasikan, memantau dan mengevaluasi kegiatan restorasi di lahan gambut sementara di saat yang sama melakukan program pencegahan kebakaran terpadu.

Sumatera Selatan atau sering disebut sebagai Bumi Sriwijaya, memiliki Ibu Kota Provinsi Palembang yang juga dijuluki sebagai Venice of The East (Venesia dari timur) oleh bangsa Eropa merupakan salah satu kota tertua di Indonesia yang sudah ada sejak 1.335 tahun yang lalu. Dalam perjalanannya, Provinsi Sumatera Selatan saat ini tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur, terutama melalui perencanaan Kawasan Ekonomi Khusus Pelabuhan Tanjung Api-Api di Kabupaten Banyuasin, yang menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam pembangunan kawasan dan energi. Salah satu hal yang mendasari pembangunan infrastruktur dan transportasi berjalan cepat di Sumatera Selatan adalah dalam rangka persiapan Asian Games yang akan diselenggarakan di Jakarta dan Palembang pada bulan Agustus 2018. Pada bulan Januari 2018, Provinsi Sumatera Selatan mendapatkan peringkat kedua dalam Anugerah Pangripta Nusantara yang diberikan oleh Bappenas, sebagai provinsi dengan perencanaan terbaik, posisi ini naik satu tingkat dari tahun 2017. Hal ini menunjukkan bahwa Provinsi Sumatera Selatan bersunggguh-sungguh dan bekerja keras terkait perencanaan dan peningkatan pembangunan, ekonomi, pendidikan dan infrastrukturnya.Provinsi Sumatera Selatan memiliki luas 87.421,2 km2 yang terbagi menjadi 13 kabupaten (Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ilir, Muara Enim, Lahat, Musi Rawas, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Empat Lawang, Penukal Abab Lematang Ilir, Musi Rawas Utara) dan 4 kota (Palembang, Prabumulih, Pagar Alam, Lubuk Linggau). Wilayah yang memiliki luas terbesar adalah OKI dengan luas mencapai 20%, kemudian diikuti oleh Musi Banyuasin sebesar 17% dan Banyuasin sebesar 14% dari total luas Sumatera Selatan dan sisanya sebanyak 50% terbagi menjadi 14 kab/kota lain yang ada di Sumatera Selatan. Perbandingan luasan kabupaten dan kota sebagai berikut.

gambar2_1.jpg

  • start.txt
  • Last modified: 2022/04/20 07:55
  • by Yusi Septriandi